Kamis, 09 Februari 2012

Mengenang Musibah haji

Memang benar, Ibadah Haji adalah salah satu rukun Islam yang paling banyak mengandung risiko. Dalam ibadah ini, selain jemaah dituntut untuk merelakan pengorbanan waktu, fisik, mental, dan harta, jemaah juga harus dihadapkan pada banyak risiko kesehatan, keamanan, bahkan keselamatan di perjalanan maupun tempat tujuan.

Berikut ini adalah sedikit kisah tentang beberapa musibah yang pernah dialami jemaah haji baik dalam perjalanan, di pemondokan, maupun saat melaksanakan ibadah.

Tentu dengan cerita tragedi yang pernah terjadi, jemaah tidak akan surut kerinduannya untuk menjadi tamu Allah, melainkan akan semakin tawakal, mendekatkan diri pada Allah, waspada dan berhati-hati saat menjalankan ibadah haji di Tanah Suci.

Jemaah haji tak perlu khawatir lagi karena pemerintah Arab Saudi telah melakukan banyak perluasan pada areal lokasi ibadah dan meningkatkan keamanan dan kenyamanan bagi para tamu Allah. Panitia haji Indonesia pun semakin memperbaiki kualitas layanan.

1. 4 Desember 1974. Pesawat Martinair Penerbangan 138 milik maskapai Belanda jenis Douglas DC8 yang disewa Garuda Indonesian Airways bagi jemaah haji asal Surabaya menabrak gunung Kanya Sapta di sebelah timur Kolombo di ketinggian 4.355 kaki tak lama sebelum mendarat Bandara Bandaranaike Kolombo, Sri Lanka. Menyebabakan 191 korban tewas, yang terdiri dari 182 jamaah haji Indonesia yang dalam perjalanan menuju Jeddah dan 9 awak pesawat.
2. Desember 1975: 200 jamaah tewas di dekat kota Makkah setelah sebuah pipa gas meledak dan membakar sepuluh tenda.
3. 15 November 1978. Pesawat Haji DC-8 Icelandic Loftleider dari maskapai Eslandia yang dicarter Garuda bagi jemaah kloter Kalimantan Selatan berpenumpang 249 orang dengan awak pesawat 13 orang dari Jeddah dengan tujuan Surabaya, jatuh di Kolombo, Sri Lanka. Sebanyak 175 jemaah haji dan 7 awak pesawat tewas dalam kecelakaan itu. Penerbangan itu merupakan penerbangan pertama fase kedua pemulangan jemaah haji ke tanah air.
4. 4 Desember 1979. Sebanyak 153 jamaah tewas dan 560 lainnya terluka setelah petugas keamanan Arab Saudi yang dibantu tentara Perancis membebaskan Masjidil Haram yang disandera kelompok militan selama dua minggu.
5. 31 Juli 1987. Sebanyak 402 jamaah tewas, 275 di antaranya dari Iran, setelah ribuan jamaah Iran yang melakukan demonstrasi mendapat perlawanan fisik dari keamanan Arab Saudi. Akibat dari insiden hubungan diplomatik dua negara putus, yang akhirnya tidak mengirimkan jamaahnya ke Makkah hingga tahun 1991.
6. 10 Juli 1989. Seorang jemaah haji tewas dan 16 terluka akibat penembakan di dalam Masjidil Haram oleh 16 orang Kuwait.
7. 15 Juli 1989. Sebanyak lima jemaah haji asal Pakistan tewas dan 34 lainnya terluka akibat insiden penembakan oleh sekelompok orang bersenjata di pemondokan mereka di Makkah.
8. 2 Juli 1990. Tragedi Terowongan Mina. Sebanyak 1.426 jemaah haji tewas, kebanyakan dari Asia, akibat terperangkap di dalam terowongan Mina. Mereka tewas akibat berdesakan, terdorong, terinjak dan kekurangan oksigen.
9. 24 Mei 1994. Tragedi Mina terjadi lagi meski dalam skala lebih kecil. Sebanyak 270 jemaah tewas akibat saling dorong dan injak di Mina.




10. 7 Mei 1995. Tiga orang jemaah tewas akibat kebakaran di Mina.
11. 15 April 1997. Sebanyak 343 jemaah tewas kehabisan oksigen dan 1.500 lainnya terluka karena terjebak dalam kebakaran tenda di Mina.
12. 9 April 1998. Sebanyak 118 jemaah tewas karena berdesak–desakkan saat pelaksanaan lontar jumrah.
13. 5 Maret 2001. Sebanyak 35 jemaah tewas serta puluhan lainnya luka – luka karena berdesak – desakan di Jammarat.
14. 11 Februari 2003. Sebanyak 14 jemaah tewas di Jumrotul Mina. Enam orang di antaranya adalah kaum wanita.
15. 1 Februari 2004. Sebanyak 251 jemaah tewas selama pelaksanaan lontar jumrah.
16. 23 Januari 2005. Sebanyak 29 jemaah tewas akibat banjir terburuk dalam 20 tahun terakhir di Madinah.
17. 5 Januari 2006. Sebanyak 76 jemaah tewas akibat runtuhnya sebuah penginapan al-Rayahin di jalan Gaza, sekitar 200 meter sebelah barat Masjidil Haram.
18. 12 Jan 2006. Sedikitnya 345 jamaah tewas di Jammarat selama pelaksanaan lontar jumrah. Mereka tewas karena saling berdesak–desakkan di pintu masuk sebelah utara lantai dua Jammarat.
19. 1 November 2011. Dua orang Inggris tewas dalam insiden bus yang membawa 30 jemaah asal Inggris terbakar di Expressway Haramain Jeddah. Bus terbakar karena mesin panas.
20. 22 November 2011. Kasus kemalingan telepon selular dan jam tangan yang terjadi di pemondokan Hotel Markaz Elyas kamar 641 Madinah menimpa tiga jamaah dari kloter 47 SOC (embarkasi Solo). Mereka mendapat ganti rugi dari pihak majmuah.
21. 22 November 2011 Seorang ibu berusia 56 tahun mengalami pelecehan seksual di dalam lift. Pelakunya orang Somalia karyawan hotel tempat ia menginap. Kala itu rombongan korban telah berangkat berziarah ke Kota Nabi. Karena ibu tersebut kurang enak badan, dia memutuskan tidak ikut dan tinggal sendiri di pemondokan.

[rg@2012]


===== ONH Plus, Umrah

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar